MATERI EKONOMI BISNIS X AK "PERMINTAAN DAN PENAWARAN"

Mata Pelajaran     : Ekonomi Bisnis 
Kelas/Semester    : X/ 2 
Materi Pokok   : Hukum permintaan dan penawaran, Elatisitas, dan konsep keseimbangan harga 

A.     Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, model Problem Based Learning peserta didik mampu : 

1.     Menjelaskan hukum permintaan dan penawaran
2.     Menjelaskan elastisitas permintaan
3.     Menjelaskan elastisitas penawaran
4. Menjelaskan keseimbangan hukum permintaan dan hukum penawaran dan   penawaran

Materi Pembelajaran

1.  Permintaan

a.    Definisi

Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada periode tertentu.

b.    Hukum permintaan dan hukum penawaran
Hukum permintaan menyatakan bahwa bila harga naik, jumlah barang yang diminta turun. Sebaliknya bila harga turun maka jumlah barang yang diminta akan naik. Berdasarkan hukum diatas, kita dapat menggambarkan permintaan terhadap suatu barang dalam bentuk kurva atau grafik. Untuk menggambarkan hukum permintaan dan hukum penawaran, biasanya yang digunakan sebagai tolak ukur adalah faktor harga. Sementara itu, faktor-faktor lainnya dianggap tetap atau konstan. Syarat ini dikenal dengan istilah atau asumsi “cateris paribus”.
Perhatikan contoh permintaan terhadap produk tempe pada tabel dibawah ini. Tabel ini jika digambarkan dalam bentuk kurva maka akan terlihat seperti pada peraga. Dari bentuk kurva itu dapat disimpulkan bahwa kemiringan (slope) hukum permintaan dan hukum penawaran adalah negatif yaitu bergerak dari kiri atas ke kanan bawah.

Tabel 8.1. Harga Tempe Per Unit & Jumlah Yang Diminta

 
 
c.    Pergeseran Hukum permintaan dan hukum penawaran
Apabila ada perubahan faktor-faktor penentu permintaan, yaitu faktor apapun selain dari harga, maka ini akan mengakibatkan hukum permintaan dan hukum penawaran bergeser. Setiap perubahan yang mengakibatkan pertambahan jumlah permintaan pada suatu tingkat harga tertentu, akan menggeser hukum permintaan dan hukum penawaran ke kanan. Sebaliknya, setiap perubahan yang menurunkan jumlah permintaan akan menggeser hukum permintaan dan hukum penawaran ke kiri.


2.  Penawaran
a.  Definisi
Penawaran adalah jumlah barang dan jasa yang tersedia untuk dijual pada berbagai tingkat harga dan situasi.
b.  Kurva Penawaran
Hukum penawaran menyatakan bahwa bila harga naik, jumlah barang yang ditawarkan juga naik. Sementara bila harga turun, jumlah barang yang ditawarkan juga akan turun. Berdasarkan hukum ini kita dapat membuat kurva penawaran.Berikut ini adalah gambaran bagaimana penawaran berubah sesuai dengan perubahan harga, cateris paribus (faktor-faktor lain dianggap tetap).
Apabila kurva penawaran dua individu atau lebih digabungkan maka kita akan mendapatkan penawaran pasar (market supply). Berikut ini akan dijelaskan dalam bentuk tabel dan kurva dari penawaran.

c.  Pergeseran Kurva Penawaran
Apabila faktor-faktor penentu berubah, kecuali harga, maka ini akan menyebabkan kurva penawaran bergeser. Setiap perubahan menyebabkan meningkatnya penawaran, akan menggeser kurva penawaran ke kanan. Sebaliknya setiap perubahan yang menyebabkan jumlah penawaran menurun, akan menggeser kurva penawaran ke kiri.




   2.  Definisi Elastisitas Permintaan
Elastisitas permintaan (Ed) diartikan sebagai derajat kepekaanperubahan kuantitas barang yang diminta yang disebabkan karenaperubahan harga barang itu sendiri. Pengertian lain, Elastisitas permintaansering diartikan sebagai perbandingan persentase perubahan kuantitasbarang yang diminta dengan persentase perubahan harga barang itu sendiri.Besar kecilnya elastisitas permintaan diukur dengan tingkat KoefisienElastisitas.

Jenis Elastisitas Permintaan
·         Permintaan Elastis (Ed >1)
·         Permintaan Inelastis ( Ed < 1).
·         Permintaan Elastis Uniter ( Ed = 1).
·         Permintaan Elastis Sempurna ( Ed= )
·         Permintaan Inelastis Sempurna (Ed = 0)

Faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan
·         Harga
·         Pendapatan.
·         Harga Barang Lain yang Berkaitan
·         Selera Konsumen
·         Perkiraan
·         Tradisi
·         Mode

3.  Definisi Elastisitas Penawaran
Elastisitas penawaran (Es) diartikan sebagai derajat kepekaanperubahan kuantitas barang yang ditawarkan yang disebabkan karenaperubahan harga barang itu sendiri. Pengertian lain, Elastisitas penawaransering diartikan sebagai perbandingan persentase perubahan kuantitasbarang yang ditawarkan dengan persentase perubahan harga barang itusendiri. Besar kecilnya elastisitas penawaran diukur dengan tingkat KoefisienElastisitas Penawaran.


Jenis Elastisitas Penawaran
·         Penawaran Elastis (Es >1)
·         Penawaran Inelastis ( Es < 1).
·         Penawaran Elastis Uniter ( Es = 1).
·         Penawaran Elastis Sempurna ( Es= )
·         Penawaran Inelastis Sempurna (Es = 0)

Faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Penawaran
·         Harga
·         Teknik produksi
·         Harga sumber produksi
·         Perkiraan

"Setelah mempelajari materi Permintaan dan Penawaran selanjutnya silahkan kalian kerjakan soal evaluasi di bawah ini. Tetap semangat dan semoga senantiasa diberi kesehatan"

SOAL EVALUASI MATERI PENAWARAN DAN PERMINTAAN

4.  Pengertian Break even Point
Break event point adalah suatu keadaan dimana dalam suatu operasi perusahaan tidak mendapat untung maupun rugi/ impas (penghasilan = total biaya). Sebelum memproduksi suatu produk, perusahaan terlebih dulu merencanakan seberapa besar laba yang diinginkan. Ketika menjalankan usaha maka tentunya akan mengeluarkan biaya produksi, maka dengan analisis titik impas dapat diketahui pada waktu dan tingkat harga berapa penjualan yang dilakukan tidak menjadikan usaha tersebut rugi dan mampu menetapkan penjualan dengan harga yang bersaing pula tanpa melupakan laba yang diinginkan. Hal tersebut dikarenakan biaya produksi sangat berpengaruh terhadap harga jual dan begitu pula sebaliknya, sehingga dengan penentuan titik impas tersebut dapat diketahui jumlah barang dan harga yang pada penjualan. Analisis break even sering digunakan dalam hal yang lain misalnya dalam analisis laporan keuangan. Dalam analisis laporan keuangan kita dapat menggunakan rumus ini untuk mengetahui :

1.    Hubungan antara penjualan, biaya, dan laba
2.    Struktur biaya tetap dan variable
3.    Kemampuan perusahaan memberikan margin unutk menutupi biaya tetap
4.    Kemampuan perusahaan dalam menekan biaya dan batas dimana perusahaan tidak mengalami laba dan rugi

Selanjutnya, dengan adanya analisis titik impas tersebut akan sangat membantu manajer dalam perencanaan keuangan, penjualan dan produksi, sehingga manajer dapat mengambil keputusan untuk meminimalkan kerugian, memaksimalkan keuntungan, dan melakukan prediksi keuntungan yang diharapkan melalui penentuan
-          harga jual persatuan,
-          produksi minimal,
-          pendesainan produk, dan lainnya
Dalam penentuan titik impas  perlu diketahui terlebih dulu hal-hal dibawah ini agar titik impas dapat ditentukan dengan tepat, yaitu:
        • Tingkat laba yang ingin dicapai dalam suatu periode 
        • Kapasitas produksi yang tersedia, atau yang mungkin dapat ditingkatkan 
        • Besarnya biaya yang harus dikeluarkan, mencakup biaya tetap maupun biaya variable.

Penjelasan break even point

Teknik break even poin analysis atau cost volume profit analysis sering digunakan dalam menganalisis keuangan perusahaan. Model ini mencoba mencari dan menganalisis aspek hubungan antara besarnya investasi dan besarnya volume rupiah yang diperlukan untuk mencapai tingkat laba tertentu.
Dalam perusahaan peranan penjualan sudah jelas yaitu sebagai “generating income” yaitu sumber pembentukan laba. Kita menginginkan agar penjualan dapat menutupi biaya total yang terdiri dari biaya tetap dan biaya variable.
Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tidak dipengaruhi oleh volume kegiatan. Beroperasi atau tidak, biaya ini harus dikeluarkan, misalnya biaya penyusutan, biaya sewa, biaya gaji, dan lain lain. Sebaliknya semakin banyak volume kegiatan atau produksi semakin rendah biaya per unit biaya variable adalah biaya yang jumlahnya tergantung pada volume kegiatan. Jika ada kegiatan pasti ada biaya variable ini. Semakin banyak volume kegiatan maka semakin banyak biaya variable. Namun biaya per unit relative sama. Misalnya biaya bahan, gaji tenaga kerja langsung, komisi penjualan, dll. Pengetahuan terhadap biaya inisangat penting dalam melakukan analisis break even.
Break even berarti suatu keadaan dimana perusahaan tidak mengalami laba dan juga tidak mengalami rugi, artinya seluruh biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan produksi itu dapat ditutupi oleh penghasilan penjualan. Total biaya( biaya tetap dan biaya variable) sama dengan total penjualan, sehingga tidak terjadi laba dan juga kerugian.

Rumus BEP
Pengetahuan akan angka break even ini sangatlah penting dalam melakukan analisis keuangan, maupun dalam perencanaan laba dan pengambilan keputusan. Perhitungan break even inidapat dijelaskan melalui contoh sebagai berikut:
Misalkan biaya tetap(fixed cost) Rp 40.000,-, biaya ini dikeluarkan kendatipun tidak ada penjualan. Biaya variable Rp 1,2 per unit artinya berap unit yang dijual biaya variabelnya dikalikan Rp 1,2. Bertambah besar volume penjualan bertambah besar pula biaya variable. Penjualan per unit dimisalkan Rp 2.
Dari data ini dapat kita cari break even sebagai berikut:
Sales    = Price x Quantity
S          = P . Q
S          =Rp 2 . Q
P menggambarkan harga per unit, Q menggambarkan volume penjualan dalam unit, sedangkan S menggambarkan nilai total penjualan (sales).
Total biaya adalah biaya tetap + biaya variable
TC        = FC + VC
Jika FC = Rp 40.000,- maka :
TC        = 40.000+ 1,2.Q

Dari rumusan ini kita dapat membuat rumus break even
Kalau kita ingin mengetahui total cost atau total penerimaan dari penjualan maka yang diperlukan hanya volume penjualan dalam unit (Q). setiap jumlah Q akan kita dapat menghitung sales,total cost, dan juga laba/rugi.
Namun dalam BEP yang menjadi pegangan bagi kita adalah titik dimana perusahaan tidak mengalami laba dan tidak mengalami rugi atau istilah lainnya titik IMPAS. Titik impas ini terjadi apabila :

TR (Sales)        = P. Q
TC                    = FC + VC

Jadi pada titik break even :

Harga x Kuantitas Penjualan   =          biaya tetap + biaya variable
P . Q                                        =          FC+ VC
P .Q                                         =          FC + (V . Q )
(P. Q) – (V. Q)                          =          FC
Q (P-V)                                    =          FC

V= harga variable cost per unit
Jadi :            Q= FC / (P-V)

Comments

Popular posts from this blog

MATERI DARING 1 MEMAHAMI PEMBUKUAN TUNGGAL DAN BERPASANGAN

TABEL DAN KURVA PERMINTAAN

Menghasilkan Cuan dari Blogger